ayobaca.co, Kutai kartanegara – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) telah membangun beberapa jeti pendaratan ikan di beberapa lokasi pesisir. Jeti ini akan menjadi fasilitas penting bagi para nelayan untuk pendaratan hasil tangkapan laut serta tempat bersandar kapal.
Kepala DKP Kukar, Muslik, mengungkapkan bahwa jeti yang akan dibangun lebih kecil dibanding Tempat Pelelangan Ikan (TPI) namun memiliki fungsi yang sangat penting. Jeti ini dirancang untuk mendukung aktivitas bongkar muat ikan dan perawatan kapal nelayan.
“Jeti ini bukan hanya untuk pendaratan ikan tetapi juga sebagai tempat perawatan kapal. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan fasilitas bagi nelayan di Kukar,” ujar Muslik pada Selasa (10/9/2024).
Dermaga jeti berfungsi sebagai struktur yang membentang ke perairan, memfasilitasi berbagai kegiatan mulai dari transportasi hingga pelabuhan nelayan. Jeti ini akan mendukung ekonomi lokal dengan memberikan kemudahan bagi nelayan dalam menjalankan aktivitas mereka.
“Kami berharap pembangunan jeti ini akan mempermudah proses bongkar muat dan perawatan kapal, serta meningkatkan efisiensi operasional para nelayan,” lanjut Muslik.
Jeti yang baru ini diharapkan juga akan memperbaiki kondisi pelabuhan yang ada saat ini, yang kadang mengalami keterbatasan dalam kapasitas dan fasilitas. Dengan adanya jeti, diharapkan nelayan dapat melakukan aktivitas secara lebih efisien dan produktif.
Muslik juga menambahkan bahwa pembangunan jeti ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kukar. “Jeti ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan infrastruktur pesisir yang dapat mendukung kegiatan ekonomi dan kesejahteraan nelayan,” jelasnya.
Menurut Muslik, beberapa desa pesisir di Kukar akan mendapatkan manfaat dari jeti ini, yang akan membantu memperlancar aktivitas ekonomi lokal dan memudahkan akses bagi nelayan. Jeti diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung keberlangsungan sektor perikanan.
“Pengembangan infrastruktur seperti jeti ini adalah salah satu cara kami untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas bagi para pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan,” pungkas Muslik.
Dengan adanya jeti baru ini, diharapkan nelayan di Kutai Kartanegara akan merasakan dampak positif, baik dalam hal operasional maupun kesejahteraan. Ini juga merupakan langkah maju dalam mengembangkan sektor kelautan yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam waktu dekat, DKP Kukar akan memulai proses pembangunan jeti dan terus berkomunikasi dengan masyarakat serta nelayan untuk memastikan bahwa fasilitas ini sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.
(ADV/DKP KUKAR)
