Satreskrim Polres Kutim Bongkar Mafia Pertalite, Ribuan Liter BBM Subsidi Disita

ayobaca.co, Kutai Timur – Praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di wilayah Kutai Timur (Kutim) akhirnya terbongkar. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutim mengamankan empat orang tersangka beserta ribuan liter BBM yang diduga hendak diperjualbelikan secara ilegal.

Keempat tersangka masing-masing berinisial EHN, HMP, KM, dan M. Mereka diamankan dari sejumlah lokasi berbeda berdasarkan hasil penyelidikan polisi sejak April hingga Mei 2026.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyita satu unit mobil Daihatsu Sigra, tiga unit mobil pick up Grand Max, ratusan jerigen, alat komunikasi, hingga dokumen kendaraan yang digunakan para pelaku.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan total 6.725 liter BBM jenis Pertalite yang diduga ditimbun untuk dijual kembali.

Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Rangga Asprilla Fauza mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas praktik penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah Kutai Timur.

“BBM subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk disalahgunakan demi keuntungan pribadi,” tegas AKP Rangga Asprilla Fauza.

Menurutnya, praktik ilegal seperti itu tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi.

Sementara itu, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Kutim IPTU Rizky Alief Dharmawan menjelaskan, para pelaku menggunakan modus membeli BBM subsidi secara berulang di sejumlah SPBU menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi.

Setelah itu, BBM dipindahkan ke dalam jerigen dan ditimbun sebelum kembali diperjualbelikan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, BBM subsidi tersebut dikumpulkan dalam jumlah besar untuk dijual kembali demi memperoleh keuntungan,” ungkap IPTU Rizky.

Polisi kini masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain dalam praktik distribusi BBM ilegal tersebut.

“Kami masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat,” tambahnya.

Saat ini, seluruh tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Kutai Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (Danny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *