Niat Bangunkan Sahur Berujung Tragis, Remaja di Samarinda Dipukul Hingga Patah Lima Gigi

ayobaca.co, Samarinda – Aksi membangunkan warga untuk sahur yang biasa dilakukan setiap Ramadan berubah menjadi pengalaman traumatis bagi seorang remaja di Samarinda. Niat baik itu justru berakhir dengan dugaan penganiayaan yang membuat korban mengalami luka cukup parah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 02.00 Wita di Jalan Cendana Gang 15, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang. Saat korban bersama teman-temannya menyusuri gang permukiman untuk membangunkan warga, seorang pria tiba-tiba mendekat dari arah belakang dan langsung memukul menggunakan kayu.

Serangan mendadak itu membuat korban tersungkur. Lima giginya patah, bibir bawahnya sobek, dan bagian kanan wajahnya mengalami lecet.

Kapolsek Sungai Kunjang, Ning Tyas Widyas Mita, mengungkapkan bahwa laporan keluarga korban segera ditindaklanjuti oleh Unit Opsnal. Polisi mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta mengantongi visum et repertum untuk memperkuat proses hukum.

Dari hasil penyelidikan, aparat mengidentifikasi pelaku berinisial SNP (23). Ia ditangkap pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 22.00 Wita di Jalan Meranti 2A, Sungai Kunjang, atau kurang dari sehari setelah kejadian.

“Terduga pelaku sudah kami amankan. Korban merupakan anak di bawah umur yang saat itu hendak membangunkan sahur bersama rekannya,” ujar Kapolsek, Selasa (24/2/2026).

Menurut keterangan awal, pelaku diduga tersulut emosi karena merasa terganggu saat dibangunkan. Reaksi spontan tersebut berujung pada tindakan kekerasan terhadap korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan kini harus menjalani proses hukum lebih lanjut.(danny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *