Curi Ratusan Besi Proyek Koperasi, Pemuda Muara Jawa Dibekuk Saat Operasi Pekat Mahakam 2026

ayobaca.co, Kutai Kartanegara — Aksi pencurian material proyek pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Muara Jawa akhirnya terungkap. Unit Reskrim Polsek Muara Jawa meringkus seorang pemuda berinisial R (20) dalam rangka Operasi Pekat Mahakam 2026.

Peristiwa pencurian terjadi pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 20.00 Wita di Jalan Darul Ilmi RT 013, Kelurahan Muara Jawa Tengah, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

Korban, A (43), melaporkan kehilangan ratusan batang besi yang merupakan material pembangunan gedung koperasi. Besi tersebut sebelumnya disimpan di depan teras rumah Sekretaris RT setempat, tepat di seberang lokasi proyek.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian material sekitar Rp8 juta.

Setelah menerima laporan pada Jumat (20/2/2026), polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka R berhasil diamankan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa:

139 batang besi begel kotak ukuran 8 mm

190 batang besi begel lurus ukuran 8 mm panjang ±1 meter

15 batang besi berbentuk U ukuran 14 mm panjang ±4 meter

1 batang besi ulir 10 mm

1 unit mobil merah Daihatsu Calya KT 1058 ON yang diduga digunakan mengangkut barang curian

Dalam pemeriksaan, terungkap besi hasil curian tersebut telah dijual kepada seorang pengepul besi tua di wilayah Dondang.

Kapolsek Muara Jawa, IPTU I Wayan Edi Surya Puryana, membenarkan pengungkapan tersebut dan menegaskan bahwa operasi pekat akan terus menyasar berbagai bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

“Tersangka sudah kami amankan berikut barang bukti. Proses hukum terus berjalan dan kami akan kembangkan kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 476 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana dengan ancaman pidana penjara atas tindak pidana pencurian.

Polsek Muara Jawa memastikan Operasi Pekat Mahakam 2026 akan terus digencarkan demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Kutai Kartanegara.(danny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *