Lapas Kelas IIA Tenggarong Kembangkan SAE, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Produktif

ayobaca.co, Tenggarong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong terus mengembangkan program pembinaan bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan seluas satu hektare yang disiapkan menjadi Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE).

Program tersebut tidak hanya difokuskan sebagai sarana pembinaan internal, tetapi juga dirancang menjadi pusat edukasi terbuka bagi masyarakat dengan menghadirkan sektor pertanian, perikanan, hingga layanan jasa pencucian kendaraan.

Di kawasan SAE itu, warga binaan dilibatkan dalam pengelolaan perkebunan sayuran hijau dengan metode hortikultura, budidaya ikan air tawar, serta layanan pencucian mobil dan motor yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat umum.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan kerja sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial.

“Kami ingin menunjukkan bahwa lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan dan produktivitas. Warga binaan dibekali kemampuan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya, Rabu (7/5/2026).

Menurutnya, keberadaan sarana edukasi itu juga diharapkan dapat mengubah stigma negatif terhadap warga binaan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan produktif.

Selain menjadi tempat pembelajaran, kawasan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melihat langsung proses budidaya pertanian dan perikanan, mulai dari penanaman hingga panen.

“Melalui program ini kami ingin membangun hubungan yang lebih terbuka antara lapas dan masyarakat. Harapannya, warga binaan memiliki rasa percaya diri dan kemampuan untuk hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan SAE juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program kemandirian serta implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan.

“Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan yang ada di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” pungkasnya. (Danny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *