BUMDes Kukar Berkilau di Ajang Provinsi Kalimantan Timur

Pemenang Penilaian BUMDes/BUMK Tingkat Kaltim 2025.

Ayobaca.co, Tenggarong – Dua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang penilaian BUMDesa dan BUMK tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025.

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi Kukar sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan BUMDes yang progresif dan berbasis potensi lokal yang kuat.

Pada kompetisi tersebut, BUMDes Pelangi Muai dari Desa Muai keluar sebagai juara pertama dalam kategori pengelolaan aset dan keuangan terbaik. Sementara itu, BUMDes Citra Sejahtera dari Desa Santan Ulu berhasil meraih peringkat kedua pada kategori inovasi usaha unggulan, berkat pengembangan unit usaha berbasis komoditas lokal yang mampu bertahan dan tumbuh sesuai kebutuhan pasar.

Pencapaian ini tidak hadir begitu saja, BUMDes Pelangi Muai selama beberapa tahun terakhir telah melakukan pembenahan internal, menerapkan pencatatan keuangan yang transparan, serta mengembangkan usaha secara bertahap sesuai kapasitas desa. Sementara BUMDes Citra Sejahtera berhasil menciptakan model usaha yang melibatkan banyak kelompok masyarakat sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian desa.

“Prestasi ini membuktikan bahwa BUMDes di Kukar semakin berkembang. Pelangi Muai dan Citra Sejahtera adalah contoh nyata bahwa pengelolaan usaha desa bisa dilakukan secara profesional dan berdaya saing,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kukar, Arianto, Rabu (1/10/2025).

Ia menyampaikan bahwa Kukar hampir setiap tahun berhasil masuk nominasi bahkan meraih posisi terbaik pada penilaian BUMDes tingkat provinsi.

Selain dua pemenang tahun ini, beberapa BUMDes lain juga tercatat masuk daftar nominasi penilaian, seperti BUMDes Bersinar Desaku dari Muara Enggelam dan BUMDes Payang Sejahtera dari Sungai Payang, yang terus melakukan pembaruan usaha berbasis potensi sumber daya alam, pariwisata, dan ekonomi kreatif lokal.

“Alhamdulillah, Kukar tidak pernah absen dari daftar pemenang. Ini menandakan desa-desa di Kukar punya kreativitas dan inovasi tinggi untuk mengelola potensi desanya,” tuturnya.

Arianto menegaskan bahwa penghargaan bukan satu-satunya ukuran sukses. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan usaha BUMDes memberikan manfaat langsung bagi warga, mulai dari membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat, hingga memperkuat roda perekonomian desa.

“Yang terpenting adalah bagaimana hasil usaha BUMDes bisa meningkatkan ekonomi warga dan menjadikan desa lebih mandiri,” tegasnya.

Terkait peluang melaju ke tingkat nasional, ia menyebut keputusan tersebut berada pada kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menjadi penyelenggara tahapan berikutnya.

Namun demikian, dua BUMDes dari Kukar disebut telah memiliki kesiapan baik dari segi manajemen maupun inovasi usaha.

“Prestasi ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk terus bergerak maju. Tujuan utama kami adalah menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa,” pungkasnya. (adv/dpmd kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *