ayobaca.co, Kutai Kartanegara – Sesosok mayat pria ditemukan terapung di perairan Sungai Anggana, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 10.30 Wita. Penemuan itu sempat menggegerkan warga yang tengah beraktivitas di sekitar aliran sungai.
Informasi awal diterima aparat dari seorang nelayan bernama Adan (24), warga Desa Sidomulyo. Ia melihat tubuh manusia mengapung di sungai dan segera menghubungi pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Anggana langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Kukar, Damkarmatan Kukar, PMI, serta relawan Anggana Fire Rescue. Tim gabungan kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk memastikan informasi sekaligus melakukan evakuasi.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati sesosok pria dalam kondisi tidak bernyawa terapung di permukaan air. Korban memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berambut lurus, bertubuh kurus, berhidung mancung, berkulit sawo matang, dan mengenakan kaos hitam serta celana pendek biru.
Jenazah kemudian dievakuasi ke darat menggunakan speed boat milik Satpolairud Polres Kukar untuk penanganan lebih lanjut.
Belakangan diketahui korban bernama Muhammad Ibrahim Harahab (25), warga Kutai Lama, Kecamatan Anggana. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (27/2/2026). Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir terlihat berjalan mengarah ke Jembatan Sidomulyo. Diketahui pula, sebelum dilaporkan hilang, korban tengah menjalani rawat jalan di salah satu rumah sakit di Samarinda.
Kasat Polairud Polres Kukar, AKP Benedict Jaya, membenarkan penemuan jasad tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami menerima informasi adanya mayat terapung di Sungai Anggana. Personel segera berkoordinasi dengan Polsek Anggana dan unsur SAR untuk menuju lokasi dan melakukan evakuasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah proses evakuasi dilakukan, pihak kepolisian langsung mengambil sejumlah langkah, mulai dari olah TKP hingga meminta keterangan para saksi.
“Semua prosedur penanganan sudah kami lakukan. Untuk penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian guna memastikan penyebab kematian korban.(danny)
