Kontingen Desa Kedang Ipil Antusias Ramaikan Lomba Belogo di Erau Adat Kutai 2025

ayobaca.co, Tenggarong – Semangat juang terlihat jelas dari kontingen Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, saat mengikuti lomba Belogo dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025 di Jalan K.H. Ahmad Muksin, Timbau, Tenggarong.

Ketua kontingen, Ahmad Sasiansyah, menyampaikan rasa antusias dan optimisme timnya dalam mengikuti pertandingan tahun ini.

“Untuk kontingen kami dari Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, kami sangat antusias hadir dan mengikuti lomba pada Erau Adat Kutai Tahun 2025 ini. Kami juga optimistis bisa meraih kemenangan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Ahmad menuturkan, pihaknya membawa 40 pemain putra dan putri. Jumlah tersebut sedikit berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 50 orang.

“Tahun ini jumlahnya sedikit berkurang karena ada defisit anggaran, jadi hanya 40 orang yang bisa dibawa, padahal biasanya sampai 50-an orang,” jelasnya.

Meski begitu, keikutsertaan Desa Kedang Ipil sudah berlangsung rutin hampir sepuluh tahun terakhir. Hampir di setiap gelaran Erau Adat Kutai, desa ini selalu mengirimkan kontingen untuk berkompetisi sekaligus menjaga tradisi olahraga khas daerah.

“Setiap tahun Desa Kedang Ipil selalu berpartisipasi. Bagi kami, ini bukan sekadar lomba, tapi juga ajang silaturahmi antarwarga, sekaligus cara melestarikan budaya,” tambahnya.

Untuk akomodasi, kontingen menyewa tempat menginap di Jalan Jelawat dengan dukungan penuh dari pihak desa dan Kecamatan Kota Bangun Barat. Mereka berangkat sejak Selasa dari Kota Bangun, agar dapat langsung siap bertanding pada keesokan harinya.

Lebih lanjut, Ahmad berharap agar cabang olahraga tradisional lain yang sempat ditiadakan, seperti engrang, bekik, dan hadang, bisa kembali dipertandingkan.

“Dengan begitu, masyarakat akan lebih banyak berkumpul dan berpartisipasi dalam Erau Adat Kutai di Tenggarong,” harapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda.

“Kami berharap anak-anak muda semakin banyak yang terlibat, sehingga tradisi dan lomba olahraga tradisional ini tetap lestari dan semakin dikenal generasi berikutnya,” pungkasnya.

Penulis : Rahmiatul Daniansyah

Editor : Lutfi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *