Ayobaca.co, Samarinda – Perkembangan cepat terjadi dalam pengungkapan kasus kematian S (53), perempuan yang ditemukan tak bernyawa di sebuah pondok kosong di Jalan Pramuka RT 01, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran. Kurang dari 72 jam setelah jasad korban ditemukan, aparat kepolisian berhasil mengamankan seorang pria berusia 80 tahun yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Penangkapan dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) malam di kawasan Simpang Pasir oleh Unit Reskrim Polsek Palaran dengan dukungan Tim Jatanras Polresta Samarinda. Terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa untuk pemeriksaan intensif.
Kapolsek Palaran, Kompol Iswanto, membenarkan adanya pengamanan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penyidikan masih berlangsung dan pihaknya tengah melengkapi sejumlah alat bukti.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa. Nanti akan kami sampaikan secara resmi,” ujarnya.
Sebelumnya, warga Simpang Pasir dihebohkan oleh penemuan jasad perempuan di dalam gubuk kosong pada Kamis (26/2/2026) sore. Penemuan itu bermula dari anak-anak yang bermain di sekitar lokasi dan mencium bau menyengat dari dalam bangunan.
Saat ditemukan, korban tidak membawa identitas. Kondisinya cukup memprihatinkan, dengan kain melilit di bagian kepala hingga menutupi wajah serta pakaian yang tampak rusak. Situasi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya unsur kekerasan.
Tim Inafis Polresta Samarinda kemudian melakukan identifikasi melalui sidik jari dan memastikan korban adalah S (53). Warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang pernah tinggal di Simpang Pasir sebelum pindah ke Loa Janan, namun masih kerap kembali ke wilayah tersebut.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk dilakukan autopsi. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan menyatakan kematiannya tidak wajar.
Kini, penyidik masih mendalami hubungan antara korban dan pria lanjut usia yang telah diamankan, termasuk kemungkinan motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. Kasus ini pun terus menjadi perhatian masyarakat setempat.
