Damkarmatan Kukar Sigap Tangani Kebakaran Kapal di Galangan PT Pancaran Shipyard Loa Kulu

Personel Damkarmatan Kukar saat tangani kebakaran tag boat di Loa Kulu.

Ayobaca.co, Kutai Kartanegara – Kepulan asap tebal sempat mengejutkan para pekerja di kawasan galangan kapal PT Pancaran Shipyard, Jalan Loa Gagak, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (1/11/2025) sore. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita ketika salah satu kapal jenis tag boat yang sedang dalam proses perbaikan mendadak terbakar di bagian lambung kapal.

Mendapat laporan dari pihak keamanan perusahaan, Pos Sektor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Loa Kulu segera mengerahkan personelnya ke lokasi kejadian. Dua anggota yakni Catur Lantang Gumelar dan Obe Tanke Lembang bergerak cepat menggunakan kendaraan roda dua, dilengkapi peralatan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) serta mesin portable untuk membantu suplai air di area sulit dijangkau.

“Begitu kami tiba, api sudah mulai membesar di bagian bawah kapal. Tantangannya, posisi sumber api berada di dalam lambung sehingga sulit dijangkau dengan alat semprot biasa. Kami menggunakan alat bantu SCBA agar personel bisa bertahan di ruang tertutup yang penuh asap,” terang Obe Tanke Lembang, salah satu petugas Damkar yang terlibat langsung di lokasi.

Selain tim dari Damkarmatan Kukar, proses pemadaman turut melibatkan sejumlah relawan, antara lain dari Relawan Damba, PLPB, Relawan Samarinda, dan Relawan Loa Gagak. Koordinasi lintas tim ini berhasil mempercepat penanganan kebakaran yang akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 18.44 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun sebagian badan kapal mengalami kerusakan akibat panas api.

Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, memberikan apresiasi atas kerja cepat dan solid yang ditunjukkan personel di lapangan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang telah bahu-membahu melakukan pemadaman. Situasi seperti ini membutuhkan kerja sama yang cepat, efektif, dan berani mengambil risiko demi keselamatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fida mengimbau pihak perusahaan yang bergerak di bidang galangan kapal maupun industri berat agar memperkuat sistem keamanan dan pencegahan kebakaran di area kerja.

“Lingkungan kerja yang melibatkan pengelasan atau bahan mudah terbakar memerlukan standar keamanan tinggi. Kami juga terbuka untuk memberikan pelatihan atau simulasi penanggulangan kebakaran bagi pihak industri,” tambahnya.

Usai proses pendinginan, personel Damkarmatan melakukan pengecekan sisa bara untuk memastikan tidak ada potensi api kembali menyala. Hingga malam hari, situasi di lokasi dinyatakan aman terkendali.

“Yang penting tidak ada korban, dan kami bersyukur semuanya berjalan lancar,” tutup Obe dengan nada lega.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *