
Ayobaca.co, Kutai Kartanegara – Jalur utama penghubung Tenggarong–Samarinda sempat mengalami gangguan lalu lintas akibat peristiwa pohon tumbang pada Minggu (26/10/2025) dini hari. Insiden tersebut terjadi di Kilometer 11 Jalan Jalur II, tepatnya di wilayah administratif Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Aang, yang kemudian segera melapor ke petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar. Mendapat laporan pada pukul 02.23 Wita, petugas dari Mako Induk Damkarmatan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Tiga personel yang diterjunkan masing-masing adalah Proklananda Alfandisyah, Rusli, dan Sumarno. Mereka membawa satu unit kendaraan logistik beserta dua mesin chainsaw untuk melakukan proses pemotongan pohon. Setibanya di lokasi, tim menemukan batang pohon berukuran cukup besar yang melintang menutupi hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan dari arah Tenggarong maupun Samarinda tidak dapat melintas.
Tanpa menunggu lama, petugas segera melakukan penanganan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan, mengingat kondisi jalan yang gelap dan masih dilalui beberapa pengendara pada jam tersebut. Proses pembersihan berlangsung sekitar satu jam, hingga pukul 03.45 Wita, dan jalur kembali dapat dilalui dengan aman.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sempat menyebabkan kemacetan singkat di kedua arah. Diduga, pohon tumbang akibat kondisi cuaca lembap disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut sejak malam sebelumnya.
Salah satu anggota Damkarmatan Kukar yang bertugas, Proklananda Alfandisyah, mengatakan bahwa pihaknya selalu siap siaga menghadapi situasi darurat, kapan pun laporan masuk dari masyarakat.
“Kami berusaha selalu tanggap dan cepat merespons setiap laporan. Tidak hanya kebakaran, tapi juga kejadian seperti pohon tumbang yang berpotensi membahayakan warga,” ujarnya.
Damkarmatan Kukar juga mengimbau masyarakat agar waspada saat melintas di kawasan rawan pohon tumbang, terutama pada musim hujan. Kesiapsiagaan dan koordinasi antara warga dan petugas diharapkan dapat terus menjaga keselamatan bersama di wilayah Kutai Kartanegara.(Adv)
