ayobaca.co, Sulawesi Selatan – Niat mulia pembalap nasional asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Awhin Sanjaya, untuk memberangkatkan sang istri menunaikan ibadah umrah harus terhenti akibat kecelakaan fatal di lintasan balap.
Pembalap berusia 27 tahun tersebut meninggal dunia saat berlaga pada Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 Piala Bupati Tanjung Jabung Timur yang berlangsung di Zabaq National Circuit, Jambi, Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pada ajang tersebut, Awhin turun di kelas SCP 3 (Bebek 4T 150cc Tune Up Open).
Insiden maut terjadi pada race ke-21, ketika Awhin melaju kencang di lintasan lurus dan mengalami tabrakan dengan pembalap lain.
Ambisi Awhin untuk tampil maksimal di Grand Final SCP 2025 bukan semata mengejar prestasi. Ia menargetkan gelar juara umum demi mewujudkan hadiah umrah bersama istrinya yang telah dijanjikan oleh tim yang ia bela, SWR Tuan Muda Catam Solid R22 Racetech BKRT Chans Racing asal Sulawesi Selatan.
Demi mengejar target tersebut, Awhin bahkan menolak tawaran bergabung dari tim balap milik Syukran Amin, anggota DPRD Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Syukran mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengajak Awhin untuk memperkuat timnya menjelang ajang balap di Kabupaten Paser pada 6–7 Desember 2025. Namun, tawaran tersebut ditolak secara halus oleh Awhin.
“Dia bilang, ‘mohon maaf bang, seandainya saya tidak ditawari umrah sama bos di Jambi’,” ujar Syukran kepada awak Media, Senin (15/12/2025) malam.
Percakapan pribadi tersebut kemudian dibagikan Syukran melalui akun Instagram miliknya @ajibuyungdola dan mendapat respons luas dari warganet, dengan 14,6 ribu likes serta 1.291 kali dibagikan.
Ketertarikan Syukran merekrut Awhin muncul setelah menyaksikan penampilan gemilangnya di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, saat Awhin keluar sebagai juara Final LFN HP969 Road Race Championship 2025 pada 8–9 November 2025.
Menurut Syukran, Awhin merupakan pembalap yang sedang berada di puncak performanya, dengan sejumlah podium yang berhasil diraih sepanjang tahun 2025.
“Orangnya rendah hati, pendiam, dan tidak banyak bicara. Ia juga merupakan pembalap senior binaan PT Astra Honda Motor (AHM),” tutur Syukran dengan suara parau.
Komunikasi terakhir keduanya terjadi melalui kolom komentar di media sosial. Dalam pesan tersebut, Awhin menyampaikan harapannya untuk dapat bergabung dengan tim Syukran pada musim balap berikutnya. (*)
