Rakernis Penyuluhan Pertanian Kukar 2025 Dibuka, 128 PPL Siap Perkuat Swasembada Pangan

Ayobaca.co, Tenggarong – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kutai Kartanegara (Kukar) terus digalakkan. Selasa pagi (19/8/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) penyuluhan pertanian se-Kukar di Hotel Grand Elty Singgasana, Jalan Pahlawan Bukit Biru, Tenggarong. Acara yang berlangsung tiga hari ini ditandai dengan pemukulan gong.

Mengusung tema “Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Dalam Mendukung Program Swasembada Pangan”, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian RI dan diikuti 128 penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari berbagai jenjang.

Turut hadir pada kesempatan itu diantaranya Kadis Pertanian dan Peternakan Kukar,Muhammad Taufik, Plt Kepala Dinas Perkim Kukar, M. Aidil.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menyebut Rakernis menjadi wadah penting untuk memperkuat program penyuluhan pertanian dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Forum ini bukan hanya evaluasi, tetapi juga ruang belajar bagi para penyuluh. Mereka akan dibekali pengetahuan baru agar pendampingan kepada petani lebih efektif,” jelas Taufik.

Menurutnya, peran penyuluh sangat krusial dalam mendukung keberhasilan petani, sehingga peningkatan kapasitas PPL menjadi kebutuhan mendesak.

Senada dengan itu, Sekda Kukar Sunggono mewakili Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menekankan bahwa pertanian merupakan sektor prioritas dalam pembangunan daerah.

“Rakernis ini sangat strategis karena penyuluh adalah garda terdepan dalam menjaga produktivitas pertanian. Pemkab Kukar berkomitmen penuh untuk mengembangkan sistem penyuluhan yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Sunggono.

Ia menambahkan, Kukar sedang berupaya melakukan transformasi ekonomi dari sektor sumber daya alam tak terbarukan menuju sektor terbarukan.

“Pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung baru Kukar. Melalui program Kukar Idaman Terbaik, kita ingin menjadikan pertanian sebagai penopang utama swasembada pangan, bahkan sebagai penyangga pangan bagi Kalimantan Timur dan IKN,” pungkasnya.

Penulis : Rahmiatul Daniansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *