Terungkap Alasan Ibu Buang Bayi di Samarinda, Dipicu Panik dan Himpitan Ekonomi

ayobaca.co, Samarinda – Kepolisian akhirnya membuka tabir di balik kasus penemuan bayi laki-laki yang ditinggalkan di Gang Mandiri, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Peristiwa yang sempat mengundang perhatian warga tersebut ternyata berawal dari kondisi kejiwaan dan tekanan ekonomi yang dialami ibu kandung bayi.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, bayi tersebut pertama kali ditemukan warga pada Kamis pagi (08/01/2026) setelah terdengar suara tangisan dari area permukiman. Menyadari adanya bayi yang ditinggalkan, warga langsung menghubungi pihak kepolisian.

Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi bayi untuk mendapatkan penanganan medis. Bayi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan aparat serta pendampingan dari Dinas Sosial.

“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi bayi dalam keadaan stabil dan langsung dirawat oleh tenaga kesehatan,” kata Aksarudin.

Sementara itu, aparat kepolisian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi penemuan. Dari hasil pengumpulan keterangan warga dan saksi, polisi berhasil mengidentifikasi seorang perempuan yang diduga memiliki keterkaitan dengan bayi tersebut.

Dalam waktu singkat, kurang dari dua jam setelah laporan diterima, perempuan tersebut berhasil diamankan. Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa ia merupakan ibu biologis bayi yang ditemukan.

Menurut pengakuannya, bayi tersebut dilahirkan di rumah sekitar pukul 01.00 WITA tanpa bantuan tenaga medis. Setelah proses persalinan, kondisi psikologisnya tidak stabil dan diliputi rasa takut serta kepanikan.

“Yang bersangkutan mengaku tidak mampu berpikir jernih setelah melahirkan. Situasi itu mendorongnya mengambil keputusan yang tidak tepat,” ungkap Kapolsek.

Faktor ekonomi juga disebut turut memengaruhi tindakan tersebut. Perempuan itu diketahui telah memiliki seorang anak balita dan mengaku tidak siap secara mental maupun finansial untuk mengasuh bayi yang baru dilahirkannya.

Usai diamankan, polisi tidak langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Ibu bayi lebih dulu dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan pascamelahirkan serta pendampingan psikologis.

“Kondisi fisiknya relatif baik, namun secara emosional masih belum stabil. Ia bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Saat ini, bayi laki-laki tersebut berada dalam pengawasan pihak rumah sakit dan Dinas Sosial. Pendampingan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan hak-hak bayi ke depan.

Meski mempertimbangkan latar belakang ekonomi dan kondisi kejiwaan pelaku, kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Kasus tersebut akan ditangani sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Faktor apa pun tidak bisa dijadikan pembenaran. Proses hukum tetap kami lanjutkan,” pungkasnya.(danny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *