Kelurahan Melayu Terus Upayakan Peningkatan Kesehatan Masyarakat dengan Pembangunan Posyandu Mawar 1

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman.

ayobaca.co, Kukar – Kelurahan Melayu di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, semakin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan adanya pembangunan Posyandu Mawar 1.

Proyek ini dihadirkan sebagai solusi dari kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai di wilayah tersebut, mengingat banyaknya posyandu yang selama ini hanya menggunakan rumah warga sebagai tempat pelayanan.

Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menjelaskan bahwa Kelurahan Melayu menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan lahan yang tersedia untuk pembangunan fasilitas kesehatan.

“Kelurahan Melayu memiliki wilayah yang kecil dan padat, sehingga sangat sulit untuk menemukan lahan yang cocok. Selain itu, lahan milik pemerintah juga terbatas,” ungkap Aditiya.

Namun, kendala tersebut berhasil diatasi ketika pihak kelurahan mendapatkan lahan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD), yang telah disetujui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Bupati Kutai Kartanegara.

Dengan lokasi yang sangat strategis di samping RSUD A.M. Parikesit, diharapkan Posyandu Mawar 1 akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama ibu hamil dan anak-anak.

Aditiya menambahkan, meskipun beberapa posyandu di wilayah ini sudah memiliki bangunan sendiri, seperti yang ada di Mawar 9, pembangunan Posyandu Mawar 1 ini mengalami kendala terkait anggaran dan peraturan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).

“Kami menghadapi tantangan dalam hal anggaran, terutama dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, kami tetap optimistis bahwa pembangunan Posyandu Mawar 1 akan tetap berjalan sesuai dengan rencana,” ujar Aditiya.

Pembangunan Posyandu Mawar 1 yang mandiri dan memiliki fasilitas yang lebih lengkap ini diharapkan bisa mengoptimalkan layanan kesehatan untuk masyarakat.

Kelurahan Melayu sendiri memiliki 12 posyandu, yang diharapkan sebagian besar akan memiliki bangunan permanen dalam waktu dekat.

“Dengan adanya bangunan yang permanen, pengelolaan posyandu akan lebih maksimal dan masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik,” kata Aditiya menutup pembicaraan. (Adv/yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *